chiil

Antara Sahabat Pena dan Ngerumpi…

In Family ~ Kazoku, Ngerumpi on May 6, 2010 at 6:31 pm

h

Selamat dini hari warga ngerumpi..

Sepertinya masih ada yang begadang ya.. *lirik rondawan dan rondawati*

Beberapa waktu yang lalu, tiba-tiba saya kepikiran sesuatu. Yaitu sahabat pena.

Yap sahabat pena! Ada yang ngga tau apa itu sahabat pena? Waduh, anda pasti kelahiran tahun 2012 *eh*

Jadi sahabat pena itu adalah

sahabat yang belum pernah dikenal sebelumnya, kemudian ada yang memasang foto dan data diri di suatu majalah, lalu saling berkirim surat dan berkenalan, kemudian saling mengenal satu sama lain dan menjadi sahabat.

Halah mbulet, chiil!

Mungkin secara sederhana, sahabat pena yaitu suatu hubungan pertemanan yang terjalin lewat surat, dengan orang yang belum dikenal sebelumnya.

Berbagi sedikit cerita ahh.. dulu waktu SD, seorang saudara memasukkan foto dan data diri saya lengkap dengan hobi dan cita-cita ke suatu majalah. Dan karena keimutan saya *tsaaah* dimuatlah foto dan biodata saya di majalah tersebut. Saat itu, ada 3 orang pria dan 1 orang wanita yang mengirim surat, ingin berkenalan dengan saya *uhuy*

Selalu menyenangkan menerima surat dari sahabat pena, dan saya sangat antusias menanggapi surat-surat mereka. Amplop disobek hati-hati agar surat tidak rusak, lalu membaca isi surat sambil tersenyum-senyum membayangkan wajah mereka, tingkah laku mereka saat bermain, kesibukan mereka. Rasanya saya ikut larut dalam keseharian mereka yang dituangkan lewat barisan kata pada sepucuk surat.

Dan surat itu layaknya candu! Tak cukup puas saya membaca tulisan tangan mereka. Bergegas saya mengambil kertas surat yang paling imut dan wangi (haha..) lalu saya goreskan kisah saya hari itu, cerita tentang teman yang jahil, koleksi komik saya, dan sedikit curhat colongan tentang ulangan IPS yang susah. Tak lupa menanyakan kabar mereka, dan hal-hal remeh temeh semacam “kamu suka makan apa? Aku suka sayur lodeh lho.”

Dan yang paling menyenangkan adalah ketika saya datang ke kantor pos, dan memilih-milih perangko. Perangko Rp 150,00 untuk 6 hari pengiriman dan Rp 300,00 untuk 3 hari pengiriman. Ingin kilat? Jejerkan saja 2 perangko seharga Rp 500,00. Itu sekitar tahun 90-an.

Hanya beberapa kali mengirim surat, dan akhirnya terhenti. Entah siapa yang mengakhiri. Sepertinya kami sama-sama larut dalam kesibukan masing-masing. Tak berapa lama kemudian, saya mendapat kesempatan membalas surat dari murid-murid Ocean Grove Elementary School, Australia. Sangat spesial karena melewati proses seleksi dari guru bahasa Inggris. Lucunya, surat dari negeri kanguru itu berbahasa Indonesia. Ah! Rupanya mereka mendapat pelajaran bahasa Indonesia! Dan kami diwajibkan membalas dalam bahasa Inggris. Efektif sekali untuk belajar bahasa. Saya masih ingat sekali sepotong kalimat yang dituliskan di surat salah satu murid Ocean Grove ES.

Halo, nama saya Caroline. Umur saya sekolah tahun.

Ada yang tau kesalahannya?:D

Itu pertama kali saya berkorespondensi dengan orang asing yang benar-benar asing. Antusiasme saya berlipat-lipat saat membalas surat itu. Sayang, sepertinya itu satu-satunya surat yang kami kirimkan. Waktu pengiriman yang lama dan biaya yang cukup mahal menyebabkan korespondensi kami tersendat.

Buat saya, sahabat pena itu unik! Sarat dengan sentuhan personal karena ditulis tangan, dengan coretan-coretan akibat salah tulis, plus tanda tangan di akhir surat. Surat itu benar-benar ditulis dengan segenap perasaan. Berkenalan dengan orang asing pun menjadi sangat menyenangkan! Kita sibuk menebak-nebak seperti apa sahabat pena kita, bagaimana kita menyusun rencana untuk bertemu suatu hari nanti, dan bagaimana kita membaca surat itu berkali-kali tapi tak pernah membuat kita bosan.

Jaman sekarang, rasanya jarang sekali kita menemukan sahabat pena, yang mau repot-repot menulis surat dan pergi ke kantor pos untuk mengirimkannya. Segalanya lebih cepat dengan email. Berkenalan dengan orang asing pun menjadi sangat mudah lewat dunia maya. Facebook misalnya. Atau twitter, blog, forum, YM, skype bahkan Ngerumpi.

Kita -entah bagaimana caranya- tersesat di Ngerumpi, mendaftarkan diri, dan berbaur dengan anggota lainnya di forum ini. Tidak saling kenal, asing, dan anonim. Tapi semakin lama, rasanya kita semakin akrab.

Ketika dulu saya menantikan surat dari sahabat pena, saat ini saya menantikan postingan warga. Ketika dulu saya tak sabar membaca goresan cerita sang sahabat, sekarang saya tak sabar membaca cerita yang ingin disampaikan oleh warga lewat postingan-postingannya. Ketika dulu saya bingung memilih perangko, sekarang saya bingung memilih gambar yang mewakili postingan. Ketika dulu saya berdebar ketika akan mengirimkan surat, sekarang saya berdebar saat akan memencet “Simpan dan Terbitkan”.

Kalian -ya kalian!!- adalah sahabat-sahabat saya. Kita berbagi keceriaan, berbagi keterpurukan, berbagi lelucon, berbagi luka, berbagi pelukan, berbagi ulekan 😀

Sahabat pena dan sahabat Ngerumpi.

Berbeda jaman, berbeda media, berbeda romantisme. Sama-sama unik. Sama-sama personal. Sama-sama menulis dengan hati.

Dan yang pasti, sahabat pena dan sahabat Ngerumpi sangat berbeda.

Karena persahabatan di rumah ini sungguh terasa nyata 🙂

Advertisements
  1. Hwehehe.. komen dulu di sini ahh… baru ntar di rumah Rumpi. ;))

    Saya sendiri bersyukur dapet banyak sahabat baru dari rumah hangat itu. Semoga sahabat-sahabat tsb termasuk kamu abadi. 🙂

    *elap ingus*

    • wow kamu so sweet sekaliii 😀
      iya bener banget.. berasa sodara sih sebenernya.. dan iyaaa semoga abadi dehh
      *rebut tisu*

  2. wogh, jadi inget,..dulu saya suka banget kirim surat.. Bisa berlembar-lembar. Rela boros perangko. Tiap minggu rasanya seneng banget kalau terima surat dari teman. Kalau sekarang sih lebih ke email ya :D. Sama-sama serunya 🙂

    Salam ngerumpi! Merdeka!! *eh* 😆

    • aihh tante devi ternyata sering surat2an.. tapi emang seru yaa, surat2an.. sekarang mah keburu males mau tulis tangan. apalagi kalo cakar ayam 😀

      • hmmm…menarik skali postingannya… jadi inget dulu suka berkirim surat… salam kenal mbak chill. Btw, skrg udah ga sapen-an lagi donk ya? 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: