chiil

Dan, Bukan Sekedar Badut Sirkus…

In Miracle ~ Milagro, Ngerumpi on June 10, 2010 at 5:47 pm

sirkus

Ini bukan tentang badut sirkus yang ini.

Bukan pula badut Ancol yang itu.

Tapi tentang badut bernama Dan Roberts.


Ketertarikan yang mendalam pada mata kuliah mengenai sirkus membawa Dan Roberts bergabung dengan Chicago’s CircEsteem, suatu organisasi yang mengajarkan sirkus kepada anak-anak kurang mampu di daerah Chicago.

Sirkus yang awalnya dipandang sebelah mata oleh orang awam, ternyata tidak hanya melatih kemampuan akrobatik seperti juggling atau melompat-lompat di trampolin. Ada nilai yang lebih penting dari itu. Karena disana, anak-anak juga dilatih untuk memupuk rasa percaya diri, disiplin dan kerja keras.

CircEsteem’s mission is to unite youth from diverse racial, cultural, and economic backgrounds and help them build self-esteem and mutual respect through the practice of circus arts.

Hal inilah yang membuka mata Dan lebar-lebar, bahwa sirkus tidak seremeh itu. Sirkus mendidik dan membangun kepribadian yang kokoh. Sirkus punya kekuatan yang hebat! Keyakinan inilah yang mendorong Dan pergi ke Jakarta, dan mendirikan sirkus sosial.

“Waktu aku tinggal di Indonesia, banyak orang yang membantu aku. Mulai dari orang-orang yang kerja di rumahku sampai semua teman disini. Jadi, wajar saja kalau kini aku membalasnya dengan melakukan sesuatu disini.”, begitu alasan Dan ketika ditanya ‘kenapa Jakarta?’.

Ya, Dan memang lulusan Jakarta International School dan pernah tinggal di Jakarta selama 6 tahun. Kepedulian  yang besar terhadap kota itu, ditambah dengan jiwa sosial yang tinggi membawa Dan menuju Cilincing, khusus untuk mendirikan sirkus sosial (sekaligus kerja sosial) yang mengajarkan  anak-anak miskin mengenai sirkus.

Kenapa harus anak-anak miskin?

Karena mereka tak seberuntung kita yang bisa mengenyam pendidikan. Tak seberuntung kita yang menikmati berbagai macam fasilitas. Dan terutama, tak seberuntung kita yang mempunyai mimpi dan cita-cita. Ya, ternyata mereka takut mempunyai cita-cita! Padahal disini kita punya mimpi yang menjadi kekuatan kita dalam mencapai cita-cita, dan bertahan dalam segala kesulitan.

Melihat realita ini, Dan segera memantapkan diri untuk datang ke desa itu. Meskipun awalnya ditertawakan dan disambut dengan sinis, secara luar biasa Dan mampu menarik perhatian dan membaur dengan warga Cilincing berkat kostum badutnya, lengkap dengan hidung merah dan polah tingkahnya yang lucu.

Dan pun semakin teguh dengan mimpinya, mendirikan sirkus sosial dengan nama..

Hidung Merah Circus


Program Hidung Merah Circus (HMC) yang dimulai sejak awal 2008 ini tak hanya berisi pelatihan akrobatik, juggling, egrang, yoyo, dll, melainkan juga pelatihan baca-tulis-hitung, bahasa Inggris, juga musik.

Tentu tak mudah melakukan itu semua, terutama pendekatan dengan keluarga si anak yang notabene berbeda budaya & bahasa, serta berbeda pemikiran. Pendidikan dianggap memberatkan, terlebih orangtua mereka rata-rata berpenghasilan kurang dari Rp 50.000,00 per hari. Anak-anak dianggap lebih membantu jika mereka ikut bekerja. Padahal pendidikan adalah investasi penting bagi masa depan anak. Hal ini jugalah yang menjadi pertimbangan Dan untuk membebaskan mereka dari semua biaya pelatihan.

Hasilnya? Luar biasa!

Bayangkan, seorang anak yang dulunya penakut, sekarang berani berdiri tegak, meniti tali tipis tanpa alat bantu sampai ke seberang, dengan segala kepercayaan dirinya. Dia berhasil menyelesaikan aksinya diiringi tepukan riuh dan sorakan penonton. Di bibirnya tersungging senyum lebar.

Seorang anak yang sangat pemalu, berani tampil di hadapan ratusan orang, memanggul temannya, bersama-sama membentuk barisan piramid yang menjulang. Kuat, tegak, kokoh. Seperti sosok dirinya saat ini.

Dan yang paling penting, sekarang mereka telah berani bermimpi, berani bercita-cita.

Transformasi yang luar biasa bukan?

Perubahan besar yang dibawa oleh seorang badut. ‘Cuma’ seorang badut, yang terkadang dipandang sebelah mata, remeh dan tidak penting, namun ternyata dia berhasil membawa pengharapan yang besar pada keluarga miskin di desa itu.

Begitu banyak pihak yang membantu sampai saat ini, membuat HMC berkembang sangat pesat. Mereka telah tampil di berbagai macam acara, seperti Ceriwis, Bukan Empat Mata, Gong Show, acara-acara lainnya dan juga diliput di berbagai media.

Rasa-rasanya kalimat di bawah ini tidak berlebihan untuk menggambarkan HMC.

Apa jadinya bila seorang badut dengan jiwa sosial tinggi bertemu anak-anak perkampungan kumuh Cilincing?

Jawabannya adalah harapan besar untuk masa depan. *)

Dan Roberts bukanlah sekedar badut sirkus. Dia adalah inspirasi, seperti badut-badut yang tergabung dalam Clown Without Borders, organisasi internasional beranggotakan badut profesional dengan motto “We send laughter around the world” yang mengadakan pertunjukan sirkus secara gratis kepada mereka yang mengalami musibah di seluruh dunia.

Clown Without Borders offers laughter to relieve the suffering of all persons, especially children, who live in areas of crisis including refugee camps, conflict zones and territories in situations of emergency.

We bring levity, contemporary clown/circus oriented performances and workshops into communities so that they can celebrate together and forget for a moment the tensions that darken their daily lives.

Inilah yang disebut “Aha!” moment: menyadari bahwa tawa bisa menjadi obat mujarab bagi mereka yang sedang kesulitan.

Jadi, bersyukurlah kita yang tinggal di Indonesia, karena kita mempunyai kesempatan dan diberi berkat yang melimpah untuk dibagi kepada sesama di sekitar kita. Bayangkan seorang Dan Roberts yang hanya tinggal di Jakarta selama 6 tahun, tapi merasa ‘berhutang budi’ sehingga kembali ke Indonesia dan ikut membangun negeri ini. Bagaimana dengan kita?

Lakukan yang terbaik untuk bangsa ini, dan temukan “Aha!” moment kita masing-masing!

—————

Postingan ini terinspirasi dari artikel “Dan Senyum pun Mengembang” – Bernadetta Diah Aryani di Reader’s Digest Indonesia edisi Februari 2010, diceritakan kembali dengan bahasa sendiri <del>yang awul-awulan</del> dan ditambah dengan beberapa informasi yang tidak tercantum di artikel sebelumnya.

*) dicomot dari artikel aslinya

Advertisements
  1. Dan Roberts.. baik banget ya!

  2. Si Dan Roberts keren banget deh.. salut! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: