chiil

Pulang – A Tribute to Dewangga & Mus

In Memory ~ Hafiza on December 17, 2010 at 1:13 pm

Beberapa waktu yang lalu, saya iseng membuka folder Saved Item di handphone. Isinya sms2 penting yang sengaja saya simpan. Beberapa di antaranya lucu dan menghadirkan sekelebat kenangan πŸ™‚

.

Scroll down, sampailah pada suatu sms yang mengingatkan saya akan kejadian di awal bulan Juli 2010. Saat itu saya sedang hair spa, setelah beberapa hari sebelumnya ribet mempersiapkan berbagai keperluan untuk berangkat ke Kalimantan keesokan harinya. Di tengah hair spa, mendadak ada telepon dari Ibu Tri, yang dengan suara lirih dan bergetar mengatakan bahwa ia membutuhkan donor A+ untuk anaknya yang Leukimia. Paniklah saya!

.

Akhirnya saya sebarkan informasi itu melalui twitter. Berharap ada yang bersedia mendonorkan darahnya. Secepat kilat saya pergi ke RS Sardjito untuk menemui pasien. Di bangsal anak, kamar paling ujung, terlihatlah seorang anak yang sedang menangis di pangkuan ibunya dengan infus menancap di tangan. Sepertinya kesakitan sekali 😦

.

Namanya Dewangga, 5 tahun, menderita Leukimia.

.

Saat itu dia membutuhkan 2-3 kantong darah segar. Dan saat saya sampai disana, sudah ada 2 pendonor yang sedang diambil darahnya. Kata perawat, sang pendonor tau informasi ini lewat twitter, dan tanpa pikir panjang dia langsung ke Sardjito. Sayang sekali saya tidak sempat bertemu dengan mereka 😦

Sore itu juga, kebutuhan darah terpenuhi. Dan saya nyaris menangis melihat seulas senyum kelegaan di wajah Bu Tri dan Dewangga πŸ™‚

.

Beberapa minggu kemudian, saat saya sedang magang di Kalimantan, masuklah sms dari Ibu Tri.

“Mba, maaf mengganggu. Dewangga butuh darah A segera. Bisa dibantu?”

Dari jarak sejauh itu, lagi-lagi saya hanya bisa menyebarkan informasi lewat twitter dan sms. Kebetulan saya menyimpan database golongan darah teman-teman kuliah saya, sehingga beberapa orang yang golongan darahnya sesuai bisa langsung saya hubungi. Sayangnya, saat itu agak sulit mendapatkan pendonor. Beberapa kali Ibu Tri sms meminta tolong dicarikan donor. Tersirat rasa cemas dalam smsnya.

Hal ini berlangsung selama beberapa hari. Sayangnya, karena saya harus mematikan handphone saat berkeliling pabrik, sms pun sering terlambat saya baca 😦

Saya meminta Bu Tri agar menghubungi PMI Jogja dan Sleman, juga berkoordinasi dengan RS untuk membantu memenuhi kebutuhan darah Dewangga. Kabar terakhir, donor darah sudah cukup. πŸ™‚

.

Saya ingat sekali, saat itu sudah hampir selesai magang ketika saya tiba-tiba teringat Dewangga. Sudah beberapa hari saya tidak mendengar kabarnya. Sudah saya rencanakan, ketika pulang ke Jogja nanti, saya akan menemui Dewangga dan Bu Tri, sekaligus silaturahmi. Saat itu, sebuah sms masuk ke hp saya.

.

“Ass Mb Matilda. Makasih banyak sudah membantu kami dalam mencari donor buat Dewangga. Mba, Dewangga kemarin hari Rabu jam 4 pagi, dipanggil Yang Maha Kuasa. Maaf selalu merepotkan. Semoga sehat selalu.”

Sender : Tri BFL

Received : Thursday, 30-09-2010

.

Saat itu saya terdiam. Rasanya tak terdeskripsikan. Tapi saya memang hanya diam. Speechless.

.

Sms itu masih saya simpan diΒ Saved Item. Dan setiap kali membacanya, hati saya rasanya nyeri.

Rasa nyeri itu pulalah yang saya rasakan saat ini, ketika saya mendapat kabar bahwa Mus, yang membutuhkan donor darah B+ karena pendarahan akibat DB dan infeksi saluran cerna, sudah meninggal dunia siang tadi. Padahal malam sebelumnya, operasi berjalan lancar dan pendarahan sudah berhenti.

.

Ketika saya tanyakan pada Karlina, dia menjawab melalui sms :

“Pasca operasi memang sempat membaik. Deman berdarah udah recover & usus besar udah dijahit, jadi pendarahan udah berhenti. Tadi pagi jam 11 Mus shock & butuh trombosit 10 ampul darah lagi. Kita baru usaha cari, ternyata udah harus dipacu jantung. Jam 2 Mus meninggal. Pendarahan keliatan di permukaan kulit, mata, hidung, kuku. Memang ternyata Mus punya penyakit darah sukar beku juga.”

.

Dan menangislah saya.

.

Rasa sedih ini bertambah dalam ketika kenangan tentang Dewangga tiba-tiba berkelebat dalam ingatan saya. Saya pun menyadari, saat itu saya tidak menangis, bukan karena saya tidak sedih dengan kepergian Dewangga, tapi karena saat itu saya belum bisa menerima kematiannya. Saya masih sangat terpukul, merasa tidak bisa memberikan yang terbaik buat Dewangga. Padahal saat itu keluarganya sangat menaruh harapan pada saya untuk membantu mencarikan donor.

.

Dan ketika saya berniat menjenguk Mus sore ini sepulang dari Jakarta, saya justru mendapat kabar duka.

πŸ˜₯

Saya tertegun.

.

Saya tau saya belum bisa membantu banyak, dan untuk itu saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga Dewangga & Mus. Beribu-ribu terima kasih saya ucapkanΒ kepada orang-orang yang tergerak hatinya untuk ikut membantu dalam bentuk apapun, terutama para pendonor yang walaupun tidak mengenal pasien sebelumnya, namun dengan ikhlas mau menyumbangkan setetes darahnya. Juga mba Silly atas BFL-nya yang menjadi jalan sehingga banyak nyawa terselamatkan. Sungguh saya hanya bisa mengucapkan terima kasih. Semoga Β Tuhan membalas kebaikan anda semua πŸ™‚

.

For death is no more than a turning of us over from time to eternity.Β ~William Penn

.

Selamat jalan, Dewangga dan Mus. Selamat pulang ke Rumah yang sebenarnya.

May you rest in peace.

Advertisements
  1. semoga Dewangga dan Mul diberi tempat terbaik di sisiNya 😦
    tapi jangan menyalahkan diri sendiri ya Chill, you’ve done your best. Semoga Tuhan membalas kebaikanmu.

  2. chilll kamu hebat, teruslah berjuang, kisamu bkin merinding 😦

  3. ah mat 😦
    salam duka buat mereka
    yg penting kau sdh berusaha yg terbaik
    😐

  4. May their soul rest in peace.
    Ma kaish untuk kepeduliannya ya Mat πŸ™‚
    God bless ur concer..

  5. semoga mereka diberikan yang terbaik disisi Tuhan chill, bangga padamu bakso senior πŸ˜€ *kecup kecup*

  6. Mereka pasti telah berada di tempat terbaik di sisi-Nya. Mudah2an. masa iya Tuhan tega menempatkan orang-orang baik bukan di surga? :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: