chiil

Laporan Akademi Berbagi Jogja (Edisi Perdana)

In Memory ~ Hafiza on February 15, 2011 at 12:23 pm

Apa itu Akademi Berbagi?

Akademi Berbagi (AkBer) adalah kelas singkat, diajar oleh para ahli dan praktisi. Kelas-kelas yang ditawarkan cukup beragam. Detailnya bisa dilihat disini. Awalnya, hanya diadakan di Jakarta. Lalu mulai merambah Bandung dan kota lain. Di Jogja sendiri kelas pertama Akademi Berbagi dimulai hari Senin, 14 Februari 2011, denganNico Wijaya sebagai kepsek 😀

Diadakan di markas Petak Umpet#AkBerJogja edisi perdana ini mengangkat topikFinancial Planning oleh Aidil Akbar dan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) olehLury Alex. Menarik! Di samping keduanya merupakan pakar di bidangnya masing-masing, cara mereka membawakan materi juga menyenangkan. Kelas pertama yang dihadiri oleh 30 orang tersebut sangat interaktif, banyak yang aktif bertanya dan berdiskusi. Bahkan sampai acara berakhir, masih banyak yang tetap ada di tekape, ngobrol dan tanya-tanya tentang keuangan maupun HAKI.

Lalu apa saja yang dibahas kemarin?


Financial Planning

Dalam merencanakan keuangan, perlu adanya check up atau evaluasi tentang kondisi keuangan saat ini. Apa saja yang perlu dievaluasi?

1. Financial Check Up 1 (Hutang)

Hutang terbagi 2; hutang produktif (pembelian properti, cicilan rumah, keperluan bisnis, dll) dan hutang non produktif (menikah, membeli mobil pribadi)

Disebut produktif apabila nilai asetnya naik, atau dapat menghasilkan income. Hutang untuk keperluan pembelian mobil bisa menjadi produktif apabila mobil tersebut digunakan untuk berbisnis (disewakan), sedangkan jika hanya menjadi koleksi pribadi, hutangnya menjadi non produktif. Sehingga, hutang produktif itu sah, sementara hutang non produktif bikin resah.


2. Financial Check Up 2 (Net-Worth)

Net-worth atau nilai kekayaan bersih = aset – hutang

Net-worth ini nilainya harus positif (+). Apabila bernilai negatif, berarti ada yang salah dengan pengaturan keuangan. Aset sendiri adalah sesuatu yang bisa dijual, atau bisa menghasilkan income. Psst.. Ide juga termasuk aset lho 🙂


3. Financial Check Up 3 (Cash-Flow)

Cash flow (alur kas/alur dana) = pengeluaran – pemasukan

Sama dengan net-worth, cash flow juga harus bernilai positif (+). Kenapa butuh analisa cash flow? Karena ada kecenderungan, semakin tinggi penghasilan, pengeluarannya akan semakin besar. Mas Aidil Akbar mencontohkan cash flowsebelum menggunakan financial planning :

penerimaan → pengeluaran → kelebihan/sisa → investasi → penerimaan

Jadi, kebanyakan orang mengalokasikan dana investasi jika ada kelebihan setelah pengeluaran. Sehingga, terkadang cash flow berhenti di :

penerimaan → pengeluaran

Lalu, setelah menggunakan financial planning :

penerimaan → investasi → kelebihan → pengeluaran

Sebetulnya ada bagannya, tapi ga bisa dimasukkan ke tumblr. Jadi gini, setelah mendapat incomesisihkan minimal 15% untuk berinvestasi, kemudian kelebihannya digunakan untuk pengeluaran yang penting. Sehingga kita tidak akan kebobolan, karena begitu ada dana, langsung kita alokasikan sebagai investasi.


Kenapa 15%? Karena inflasi 15 tahun terakhir adalah 12,64% ≈ 13%! Pemerintah mengatakan inflasi hanya 6%, namun menurut Mas Aidil Akbar, yang sebenarnya adalah 13%. Investasi sendiri adalah suatu produk yang memberikan hasil/nilai lebih besar dari inflasi. Sehingga, dengan menyisihkan 15% untuk investasi, kita tidak rugi. Bentuk investasi yang paling mudah adalah logam mulia. Untuk jangka panjang, bisa membeli saham. Namun apabila tidak mengerti cara bermain saham, kita bisa membeli reksadana.

Bagaimana jika cash flow bernilai negatif? Kita perlu melakukan adjustment atau pengaturan. Bisa dengan mengurangi pengeluaran, atau menambah pendapatan. Opsi kedua lebih mudah 🙂


4. Financial Check Up 4 (Dana Darurat)

Dana darurat ini untuk meng-cover apabila terjadi kecelakaan, sakit, PHK, pernikahan atau kematian. Dana darurat atau emergency fund ini sangat penting. Dan kita tidak boleh berinvestasi jika belum punya minimal 1-3 bulan tabungan dana darurat.

Untuk HAKI, diskusi lebih ‘panas’ (halah!). Maksudnya, murid-murid kelas ini sangat antusias bertanya tentang HAKI. Pada prinsipnya, harus dibedakan antara merek dan paten. Sadar HAKI itu penting! Tapi sayangnya, banyak industri yang bergerak di bidang kreatif (atau yang melibatkan industri kreatif) kurang sadar HAKI. Karena saya ga nyatet, jadi laporannya ga bisa banyak. Hohoho.. Tapi bener-bener jadi ngerti pentingnya HAKI. 🙂

Untuk lebih jelasnya, bisa mention @AidilAkbar atau @LuryAlexLaw di twitter.

Yang jelas, misi kali ini berjalan sukses. Selain dapat materi yang bermanfaat banget, juga dapat kenalan baru. Apalagi saya sudah mupeng pengen ikutan kelas Akademi Berbagi dan Obsat.

Salut buat kepsek Nico Wijaya yang sukses menggelar acaranya, Mas Aidil Akbar dan Mba Lury Alex yang ikhlas berbagi ilmu tanpa dibayar. Padahal kata Mas Nico, untuk materi yang sama dengan durasi 1,5 jam, mereka bisa dibayar puluhan juta! *pingsan*

Nyesel kaaaan yang ga pada datang? :mrgreen:

Ditunggu Akber selanjutnyaaa!!! \:D/

Foto bisa dilihat disini.

Advertisements
  1. saya ga tauuu,
    ga ngasih tauu 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: